Minggu, 16 November 2014

TEKNIK PENILAIAN TEKS EKSPLANASI





TEKNIK  PENILAIAN  TEKS EKSPLANASI





                                                                            BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latara Belakang

            Setiap pembelajaran yang dilakukan oleh guru di kelas tak kan terlepas dari evaluasi atau penilaian. Penilaian dilakukan setelah proses pembelajaran dilaksanakan. Penilaian berguna untuk melihat sejauhmana ketercapaian dari proses belajar yang telah dilakukan. Penilaian ini akan dijadikan dasar bagi guru untuk melanjutkan pembelajaran berikutnya.
            Penilaian pembelajaran dapat dilakukan oleh guru dengan berbagai bentuk. Ada penilaian berbentuk lisan serta tulisan. Berdasarkan teknik penilaian, ada yang berbentuk tes objektif dan tes unjuk kerja. Tes objektif digunakan untuk melihat kemampuan siswa secara kognitif atau pengetahuan. Tes kinerja atau unjuk kerja melihat kemampuan siswa secara psikomotor.
            Dalam kurikulum 2013 pembelajaran didasarkan pada teks. Berbagai jenis teks yang terdapat dalam kurikulum ini. Setiap teks harus dapat diajarkan oleh guru kepada siswa. Teks dijadikan basis oleh guru mengembangkan materi pembelajaran di sekolah.
            Pada mata pelajaran bahasa Indonesia terdapat berbagai teks yang harus dikenalkan pada siswa. Mulai dari teks laporan observasi, teks tanggapan, teks eksplanasi, teks eksposisi, dll. Setiap teks mempunyai karakteristik tersendiri.
B.     Batasan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, batasan masalah yang akan dibahas adalah teknik penilaian teks ekplanasi dari berbagai aspek indikator.
C.     Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan adalah untuk mendeskrispsikan bagaimana perencanaan/perkiraan cara penilaian teks eksplanasi di sekolah seuai dengan aspek indikator.

BAB  II
PEMBAHASAN

A.    Teks Eksplanasi
1. Defenisi
Menurut Endah Tri Priyatni (2014:82) teks eksplanasi adalah teks yang berisikan penjelasan tentang proses yang berhubungan dengan fenomena alam, sosial, ilmu pengetahuan, budaya dan lainnya. Jadi, dari pendapat endah di atas dapat dipahami bahwa teks eksplanasi merupakan teks yang mengisahkan sebuah fenomena-fenomena terjadi, seperti gempa, banjir, topan, perang, dll.
Selanjutnya Mahsun (2014:33) mengatakan bahwa teks ekplsnasi merupakan teks yang memiliki fungsi sosial menjelaskan ataua menganalisis proses munculnya atau terjadinya sesuatu.
2. Ciri-ciri teks eksplanasi
1.      Memuat istilah
2.      Struktur kalimatnya menggunakan kata sambung yang menunjukan hubungan sebab akibat.
3.      Menjelaskan kondisi ( menjelaskan fenomena bukan menceritakan masa lalu)
4.      Penggunakan konjungsi urutan sekuen







3. Rounded Rectangle: Judul Struktur  teks eksplanasi


 








4. Teknik penilaian
I.                   Penilaian Teks Eksplanasi  indikator Memahami dan Menemukan Makna

Langkah langkah dalam melakukan penilaian:
1.      Siswa diberikan bacaan teks eksplanasi.
2.      Siswa  diberikan waktu untuk membeca teks tersebut bebarapa menit
3.      Siswa diminta menjawab pertanyaan berupa tes objekstif atau tes essay tentang pemahaman isi teks eksplanasi.

       Contoh :  Teks Eksplanasi 

Gempa Bumi
            Gempa bumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi karena pergerakan lapisan batu bumi yang berasal dari dasar atau bawah permukaan bumi. Peristiwa alam itu sering terjadi di daerah yang berada dekat dengan gunung berapi dan juga di daerah yang dikelilingi lautan luas.
            Gempa bumi terjadi karena pergeseran lapisan bawah bumi dan letusan gunung yang dahsyat. Selain itu,  gempa bumi terjadi begitu cepat dengan dampak yang begitu hebat. Oleh karena itu, akibat yang ditimbulkan sangat luar biasa. Getaran gempa bumi sangat kuat dan merambat ke segala arah sehingga dapat menghancurkan bangunan dan menimbulkan korban jiwa.
 Berdasarkan penyebab terjadinya, gempa bumi dapat digolongkan menjadi dua, yaitu gempa tektonik dan gempa vulkanik. Gempa tektonik tejadi karena lapisan kerak bumi menjadi genting atau lunak sehingga mengalami pergerakan. Teori “Tektonik Plate” berisi penjelasan bahwa bumi kita ini terdiri atas beberapa lapisan batuan. Sebagian besar daerah lapisan kerak ini akan hanyut dan mengapung di lapisan, seperti halnya salju. Lapisan ini bergerak sangat perlahan sehingga terpecah-pecah dan bertabrakan  satu dengan yang lainnya. Itulah sebabnya mengapa gempa bumi terjadi. Sementara itu, gempa bumi vulkanik terjadi karena adanya letusan gunung berapi yang sangat dahsyat. Gempa vulkanik ini lebih jarang terjadi jika dibandingkan dengan gempa tektonik.
Gempa dapat terjadi kapan saja, tanpa mengenal musim. Meskipun demikian, konsentrasi gempa cenderung terjadi di tempat-tempat tertentu saja, seperti pada batas Plat Pasifik. Tempat ini dikenal dengan lingkaran api karena banyaknya gunung berapi.

a)      Contoh soal pemahaman berbentuk essay 
1.      Penyebab terjadinya gempa menurut teks di atas adalah……
2.      Berdasarkan cara terjadinya gempa, gempa dapat digolongkan menjadi  dua yaitu…
3.      Dampak yang terjadi akibat gempa adalah..
4.      Yang disebut gempa vulkanik adalah…..

Contoh soal objektif pemahaman tek eksplanasi

1.  Ringkasan yang tepat untuk teks tersebut adalah ….
A.  Gempa bumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi karena pergerakan lapisan batu bumi yang berasal dari dasar atau bawah permukaan bumi. Peristiwa alam itu sering terjadi di daerah yang berada dekat dengan gunung berapi dan juga di daerah yang dikelilingi lautan luas.
B.  Berdasarkan penyebab terjadinya, gempa bumi dapat digolongkan menjadi dua, yaitu gempa tektonik dan gempa vulkanik. Gempa dapat terjadi kapan saja, tanpa mengenal musim.
C.  Gempa bumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi karena pergerakan lapisan batu bumi yang berasal dari dasar atau bawah permukaan bumi. Berdasarkan penyebab terjadinya, gempa bumi dapat digolongkan menjadi dua, yaitu gempa tektonik dan gempa vulkanik. Gempa dapat terjadi kapan saja, tanpa mengenal musim.
D.  Gempa bumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi karena pergerakan lapisan batu bumi yang berasal dari dasar atau bawah permukaan bumi. Berdasarkan penyebab terjadinya, gempa bumi dapat digolongkan menjadi dua, yaitu gempa tektonik dan gempa vulkanik.


b)     Contoh soal Mengungkapkan Makna
1.      Yang dimaksud dengan gempa tektonik adalah…
2.      Yang dimaksud dengan gempa vulkanik adalah…
3.      Yang dimaksud dengan peristiwa alam adalah…

      Format Penilaian

No
Nama Siswa
Butir Soal
Skor
Ket
1
2
3
4
5
1








2








3








4








5









II.             Penilaian Teks Eksplanasi  indikator Membedakan dan Menyusun

1.      Siswa diberikan bacaan teks eksplanasi.
2.      Siswa  diberikan waktu untuk membeca teks tersebut bebarapa menit
3.      Siswa diminta membedakan melalui identifikasi teks eksplanasi dengan teks lainnya
4.      Siswa menjawab dalam bentuk lembaran kerja LKS /LKPD


Contoh Teks 1 :  Teks Eksplanasi  soal pemahaman

Gempa Bumi
            Gempa bumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi karena pergerakan lapisan batu bumi yang berasal dari dasar atau bawah permukaan bumi. Peristiwa alam itu sering terjadi di daerah yang berada dekat dengan gunung berapi dan juga di daerah yang dikelilingi lautan luas.
            Gempa bumi terjadi karena pergeseran lapisan bawah bumi dan letusan gunung yang dahsyat. Selain itu,  gempa bumi terjadi begitu cepat dengan dampak yang begitu hebat. Oleh karena itu, akibat yang ditimbulkan sangat luar biasa. Getaran gempa bumi sangat kuat dan merambat ke segala arah sehingga dapat menghancurkan bangunan dan menimbulkan korban jiwa.
 Berdasarkan penyebab terjadinya, gempa bumi dapat digolongkan menjadi dua, yaitu gempa tektonik dan gempa vulkanik. Gempa tektonik tejadi karena lapisan kerak bumi menjadi genting atau lunak sehingga mengalami pergerakan. Teori “Tektonik Plate” berisi penjelasan bahwa bumi kita ini terdiri atas beberapa lapisan batuan. Sebagian besar daerah lapisan kerak ini akan hanyut dan mengapung di lapisan, seperti halnya salju. Lapisan ini bergerak sangat perlahan sehingga terpecah-pecah dan bertabrakan  satu dengan yang lainnya. Itulah sebabnya mengapa gempa bumi terjadi. Sementara itu, gempa bumi vulkanik terjadi karena adanya letusan gunung berapi yang sangat dahsyat. Gempa vulkanik ini lebih jarang terjadi jika dibandingkan dengan gempa tektonik.
Gempa dapat terjadi kapan saja, tanpa mengenal musim. Meskipun demikian, konsentrasi gempa cenderung terjadi di tempat-tempat tertentu saja, seperti pada batas Plat Pasifik. Tempat ini dikenal dengan lingkaran api karena banyaknya gunung berapi.


Contoh teks 2 : teks laporan observasi
Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM)

Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) adalah suatu tempat kegiatan pembelajaran masyarakat yang diarahkan pada pemberdayaan potensi masyarakat untuk menggerakkan pembangunan di bidang sosial, ekonomi, dan budaya.  Sedangkan, tujuan dibentuk PKBM adalah untuk mengintegrasikan berbagai kegiatan pembelajaran masyarakat sehingga tercipta hubungan pendidikan, ekonomi, sosial, dan budaya masyarakat serta memudahkan kontrol mutu hasil pembelajarannya. PKBM dikelola oleh lembaga swadaya masyarakat atau organisasi lainnya.

Proses pendidikan atau proses belajar mengajar merupakan kegiatan memobilisasi segenap komponen pendidikan oleh pendidik terarah kepada pencapaian tujuan pendidikan. Bagaimana proses pendidikan itu dilaksanakan sangat menentukan kualitas hasil pencapaian tujuan pendidikan. Kualitas proses pendidikan menggejala pada dua segi, yaitu kualitas komponen dan kualitas pengelolaannya. Kedua segi tersebut satu sama lain saling tergantung. Walaupun komponen-komponennya cukup baik, seperti tersedianya prasarana dan sarana serta biaya yang cukup, juga ditunjang dengan pengelolaan yang andal maka pencapaian tujuan tidak akan tercapai secara optimal. Demikian pula bila pengelolaan baik tetapi di dalam kondisi serba kekurangan, akan mengakibatkan hasil yang tidak optimal.
Dalam PKBM Darul Fikri, kedua unsur tersebut yaitu kualitas komponen dan kualitas pengelolaan belum tercapai. Dikarenakan untuk sarana belajar mengajar pun belum memiliki tempat yang  permanen, masih memakai bangunan seperti Sekolah Dasar, dan prasarana pun tidak lengkap dikarenakan kurangnya dana dari pemerintah. Namun PKBM ini bisa bertahan karena pengelolaan yang baik.    
PKBM Darul Fikri menggunakan metode pembelajaran pedagogik (pendidikan anak-anak) dan andragogik (pendidikan/pembelajaran orang dewasa). Dalam proses belajar mengajar PKBM ini menggunakan tiga sistem pembelajaran yaitu,
1.     Mandiri, dimana tutor memberikan modul atau buku pelajaran kepada warga belajar, dengan modul tersebut warga belajar dituntut untuk belajar sendiri/mandiri di rumah.
2.     Kelompok, tutor memberikan tugas atau PR kepada warga belajar untuk dikerjakan secara berkelompok.
3.    Tutorial, warga belajar datang ke PKBM untuk mendapatkan pengajaran dengan tatap muka langsung dengan tutor yang berlangsung tiga kali dalam seminggu.
Proses belajar mengajar di PKBM ini cukup baik karena dapat berjalan walaupun perbedaan usia diantara warga belajar dan tutor bervariasi. Namun tidak banyak warga belajar dengan usia yang masih muda enggan untuk belajar, dilihat dari presentase kehadiran dalam 1 minggu hanya 1 kali masuk, hal itu disebabkan karena rata-rata warga belajar hanya ingin langsung ujian tidak untuk belajar.

a)      Contoh soal indikator membedakan teks ekplsnasi dengan tekas lainnya:

a.       Bacalah dengan seksama kedua teks di atas
b.      Kemudian identifikasilah perbedaan kedua teks tersebut dengan cakupan struktur, kebahasaan, ciri teks
c.       Tulislah dalam lembaran kerja yang disediakan




Contoh format lembaran kerja

Teks 1
Teks 2
Struktur teks
Kebahasaan
Ciri –ciri teks
Struktur teks
Kebahasaan
Ciri –ciri teks
1.        
2.        
3.          
4.        
5.       
6.       
7.       
8.       











b)     Contoh soal menyusun teks eksplanasi

1.      Susunlah sebuah teks eksplanasi dengan judul  Penyakit Malaria
2.       Perhatikan struktur teks yakni, judul, pernyataan umum, deretan penjelasan, penutup (simpulan)
3.      Gunakanlah pilihan kata yang tepat  dan  sesuaikan dengan aturan penulisan

No
Aspek yang Dinilai
Rentangg skor

Skor Perlohan
Ket
1
Ketepatan Struktur penulisan teks
4


2
Aspek kebahasaan
4


3
Pilihan kata
4


4
Kesesuaian isi dengan judul
4


5
Kesesuaian ciri teks eksplanasi
4








Jumlah
20




 


III.        Penilaian Teks Eksplanasi  indikator Mengklasifikasi dan Menelaah

1.      Siswa diberikan bacaan teks eksplanasi.
2.      Siswa  diberikan waktu untuk membeca teks tersebut bebarapa menit
3.      Siswa diminta mengklasifikasi teks serta menelaah teks eksplanasi.
4.      Siswa menjawab dalam bentuk lembaran kerja LKS /LKPD

a)      Contoh penilaian teks eksplanasi mengklasifikasikan
1.      Siswa membaca teks eksplanasi bebrapa menit.
2.      Siswa diminta untuk mengelompokkan bagian teks eksplanasi sesuai dengan struktur teks.
3.      Siswa diberikan lembaran kerja /LKPD yang dibuat oleh guru

Gunung Berapi

            Setelah meletusnya Gunung Sinabung di Dataran Tinggi Karo, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, kini giliran Gunung Kelud di Kabupaten Kediri, Jawa Timur mengeluarkan laharnya. Gunung Sinabung telah 'mendahului' sejak bulan September 2013 sedangkan Gunung Kelud baru meletus Kamis (13/2) pukul 22:50 WIB. Letusan Gunung Kelud diikuti dengan semburan lava dan kilatan petir. Salah satu warga Pare, Kabupaten Kediri, Anita Erie, mengaku rumahnya sedang terkena hujan kerikil. Padahal, jarak sumber letusan ke rumahnya sekitar 25 kilometer. Hal itu menandakan erupsi Gunung Kelud sangat kuat memuntahkan segala isi dalam perut bumi. Pihak berwenang telah membatasi jarak agar masyarakat tidak mendekati dan menjauhi zona berbahaya namun dampak yang juga terasa adalah munculnya hujan abu vulkanik hingga puluhan kilometer dari lokasi. Bagaimana sebenarnya sebuah gunung dapat meletus (erupsi)?
Kerak bumi adalah lapisan tipis batuan padat (10 hingga 70 Km) yang mengambang dilapisan lebih tebal dari batuan cair, mantel, di mana batu berada pada suhu 1100-1200° C di lapisan paling dangkal dan lebih panas dan semakin panas dengan meningkatnya kedalaman. Batuan cair ini adalah cairan magma yang keluar dari gunung berapi pada permukaan kerak bumi dan menjadi batu lava ketika membeku.
Kerak bumi memberikan sebuah tekanan besar pada mantel magma yang cenderung terhadap keuntungan pada setiap titik lemah yang berada di atas kerak bumi, yang terbentuk oleh beberapa patahan, untuk naik dan keluar di atas permukaan. Gunung berapi dengan bentuk kerucut yang khas terbentuk menjadi banyak lapisan dari letusan lava terpadatkan selama ratusan ribu tahun. Hal tersebut merupakan kehidupan normal gunung berapi.
Letusan magma mereda oleh gas-gas terlarut di dalamnya, terutama karena magma melintasi lapisan kerak bumi dan mendekomposisi bagian dari batuan di sepanjang jalan. Jadi magma jenuh di bawah tekanan besar dengan gas-gas seperti CO2, SO2, HCl, HF, H2O, H2 dan lainnya. Ketika magma naik sepanjang lubang utama dari gunung berapi, tekanan berkurang dan gas terpisah dari magma membentuk gelembung. Ini cenderung untuk naik ke atas dan meningkatkan tekanan yang diberikan ke atas oleh lava.
Penting untuk diketahui bahwa magma meletus dari gunung berapi tidak datang langsung dari mantel, tetapi dari ruang magmatik besar atau "kaldera" dan terletak di dalam kerak bumi. Kaldera tersebut terletak pada beberapa kilometer di bawah gunung berapi, langsung berhubungan dengan kawahnya.
Viskositas magma sangat penting untuk menjelaskan letusan gunung berapi karena sangat bervariasi. Magma yang paling kental membentuk gunung berapi di mana batuan cair cenderung memadat segera setelah letusan atau bahkan sebelum keluar dari kawah. Akibatnya, magma ini cenderung menyumbat vulkanik menyumbat lubang dengan tutup dari magma padat pada akhir setiap letusan. Kesimpulan untuk setiap letusan eksplosif hanya merupakan langkah pertama menuju letusan berikutnya, walaupun terjadi setelah beberapa abad, bahkan tekanan dari dasar magma dan gas, cepat atau lambat cenderung membuat tutup tersebut meledak sehingga letusan dari gunung berapi biasanya mendadak dan eksplosif, setelah periode waktu panjang yang tenang.
Kerasnya letusan di daerah sekitarnya dipicu oleh ledakan yang disebabkan oleh gas-gas yang dilepaskan dengan keras oleh magma yang sangat kental, bergerak bersama sejumlah abu, bara, dan puing-puing yang berasal dari bagian-bagian dari gunung yang hancur oleh ledakan. Ini membentuk awan gas panas yang tinggi dan besar dan partikel padat yang dapat runtuh pada sisi-sisi gunung berapi dan membentuk awan dari abu dan gas yang membakar segala sesuatu di sepanjang jalan mereka.

Petunjuk soal kinerja:
a)      Amatilah bagian-bagian teks dengan cermat tentukanlah paragraf yang menunjukkan struktur masing-masing. (judul, urutan umum, urutan penjelas dan kesimpulan)
b)      Setelah membaca teks ekplanasi di atas, lakukanlah pengelompokan/klasifikasi bagian teks eksplanasi sesuai dengan strukturnya.

No
Struktur teks
ket
Judul
Pernyataan umum
Deretan penjelas
kesimpulan

























c)      Setelah  mengelompokkan bagian paragraf selanjutnya kelompokkanlah kata-kata kusus yang ada dalam bacaan.


No
Teks Eksplanasi
ket
 Kata bidang
geografi
Kata bidang kimia
Kata dibidang sosial
Istilah-istilah sulit
1





2





3





4






b)   Penilaian Teks Ekplanasi   Menelaah
1)      Siswa diberikan atau disuruh membeca teks eksplanasi dengan judul Gunung Berapi
2)      Siswa diminta untuk menemukan ide pokok setiap paragraf

Gunung Berapi

            Setelah meletusnya Gunung Sinabung di Dataran Tinggi Karo, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, kini giliran Gunung Kelud di Kabupaten Kediri, Jawa Timur mengeluarkan laharnya. Gunung Sinabung telah 'mendahului' sejak bulan September 2013 sedangkan Gunung Kelud baru meletus Kamis (13/2) pukul 22:50 WIB. Letusan Gunung Kelud diikuti dengan semburan lava dan kilatan petir. Salah satu warga Pare, Kabupaten Kediri, Anita Erie, mengaku rumahnya sedang terkena hujan kerikil. Padahal, jarak sumber letusan ke rumahnya sekitar 25 kilometer. Hal itu menandakan erupsi Gunung Kelud sangat kuat memuntahkan segala isi dalam perut bumi. Pihak berwenang telah membatasi jarak agar masyarakat tidak mendekati dan menjauhi zona berbahaya namun dampak yang juga terasa adalah munculnya hujan abu vulkanik hingga puluhan kilometer dari lokasi. Bagaimana sebenarnya sebuah gunung dapat meletus (erupsi)?
Kerak bumi adalah lapisan tipis batuan padat (10 hingga 70 Km) yang mengambang dilapisan lebih tebal dari batuan cair, mantel, di mana batu berada pada suhu 1100-1200° C di lapisan paling dangkal dan lebih panas dan semakin panas dengan meningkatnya kedalaman. Batuan cair ini adalah cairan magma yang keluar dari gunung berapi pada permukaan kerak bumi dan menjadi batu lava ketika membeku.Kerak bumi memberikan sebuah tekanan besar pada mantel magma yang cenderung terhadap keuntungan pada setiap titik lemah yang berada di atas kerak bumi, yang terbentuk oleh beberapa patahan, untuk naik dan keluar di atas permukaan. Gunung berapi dengan bentuk kerucut yang khas terbentuk menjadi banyak lapisan dari letusan lava terpadatkan selama ratusan ribu tahun. Hal tersebut merupakan kehidupan normal gunung berapi.
Letusan magma mereda oleh gas-gas terlarut di dalamnya, terutama karena magma melintasi lapisan kerak bumi dan mendekomposisi bagian dari batuan di sepanjang jalan. Jadi magma jenuh di bawah tekanan besar dengan gas-gas seperti CO2, SO2, HCl, HF, H2O, H2 dan lainnya. Ketika magma naik sepanjang lubang utama dari gunung berapi, tekanan berkurang dan gas terpisah dari magma membentuk gelembung. Ini cenderung untuk naik ke atas dan meningkatkan tekanan yang diberikan ke atas oleh lava.
Penting untuk diketahui bahwa magma meletus dari gunung berapi tidak datang langsung dari mantel, tetapi dari ruang magmatik besar atau "kaldera" dan terletak di dalam kerak bumi. Kaldera tersebut terletak pada beberapa kilometer di bawah gunung berapi, langsung berhubungan dengan kawahnya.
Contoh soal:
1.      Ide pokok paragraf pertama adalah…
a.       Gunung Kelud
b.      Gunung Sinabung
c.       Letusan Gunung Kelud
d.      Waktu gunung meletus
2.      Ide pokok paragraf kedua yaitu…
a.       Lapisan Mantel
b.      Batuan cairan
c.       Kerak bumi
d.      Magma




IV.    Penilaian Teks Eksplanasi  Indikator Mengidentifikasi dan meringkas
1)     Siswa diberikan bacaan teks eksplanasi.
2)     Siswa  diberikan waktu untuk membeca teks tersebut bebarapa menit
3)     Siswa diminta membedakan melalui identifikasi teks eksplanasi (struktur, ciri kebahasaan, bahagian,  defenisi dll)
4)     Siswa menjawab dalam bentuk lembaran kerja LKS /LKPD

a)      Contoh penilaian teks eksplanasi melakukan identifikasi

    
No
Teks Eksplanasi
Defenisi teks
Aspek kebahasaan
Ciri teks ekplanasi
Struktur teks eksplanasi
1




2




3




4




5










b)   Contoh penilaian teks eksplanasi meringkas
1)      Siswa  diberikan bacaan teks eksplanasi.
2)      Siswa  diberikan waktu untuk membeca teks tersebut bebarapa menit.
3)      Guru menjelaskan teknik meringkas teks eksplanasi
4)      Siswa membuat ringkasan teks eksplanasi berdasar teks yang dibaca
          
            Soal :
                   Buatlah sebuah ringkasan teks eksplanasi berdasarkan teks yang telah dibaca.

No
Aspek yang Dinilai
Rentangg skor

Skor Perlohan
Ket
1
Kesesuaian isi ringkasan dengan teks yang dibaca
4


2
Aspek kebahasaan (ejaan, tanda baca, tata kalimat)
4


3
Pilihan kata
4


4
Keterwakilan ide dari ringkasan
4


5
Kronologis urutan  ide dalam ringkasan
4








Jumlah
20


BAB III
PENUTUP

A.       Simpulan
Berdasarkan bahasan tentang teknik penilaian teks eksplanasi  dapat ditarik kesimpulan yaitu:
1.      Teks eksplanasi adalah teks yang berisikan penjelasan tentang proses yang berhubungan dengan fenomena alam, sosial, ilmu pengetahuan, budaya dan lainnya.
2.        Ciri-ciri teks eksplanasi yaitu: Memuat istilah, Struktur kalimatnya menggunakan kata sambung yang menunjukan hubungan sebab akibat, Menjelaskan kondisi ( menjelaskan fenomena bukan menceritakan masa lalu), Penggunakan konjungsi urutan sekuen.
3.         Struktur  teks eksplanasi, yaitu: judul, pernyatan umum, deretan penjelas, penutup/simpulan.
4.        Penilaian teks eksplanasi dalam pembelajaran dapat dilakukan oleh guru sesuai dengan indikator pembelajaran yang ada. Penilaian bisa berupa tes objektif, tes kinerja, essay dsb.
5.        Format penilaian dapat dibuat oleh guru dengan berpedoman pada teknik penilaian alternatif dengan menggunakan format pengamatan, format skala sikap, format rubrik, LKPD dan lainnya.










Daftar  Bacaan

Atmazaki, Prof.Dr. 2014. Penilaian Alternatif dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia.Padang: UNP Press
Mahsun, Prof.Dr.2014.Teks dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia. Jakarta: Raja Grafindo Persada
Priyatni, Endah Tri. 2014. Desain Pembelajaran Bahasa Indonesia dalam Kurikulum 2013.Jakarta: Bumi Aksara
( untuk sobat pingin download filenya silakan klik link berikut http://www.4shared.com/office/izOmzXpcce/TEKNIK__PENILAIAN__TEKS_EKSPLA.html