Kamis, 25 Februari 2016

Langgo Langgi Adat Minangkabau Salingka Pusako

        Adat merupakan sistem yang dibagun oleh sekelompok orang atau individu untuk menata kehidupannya. Berbagai macam hasil dari adat dan budaya yang diciptakan menjadi ciri sebuah peradaban yang pernah eksis pada masa lampau. Minangkabau merupakan salah satu artistik budaya yang pernah eksis pada masa lalu, meninggalkan sebuah khasanah  yang tak ternilai harganya. 
           Peninggalan-peninggalan budaya yang menjadi bukti bahwa ada suatu tatanan kehidupan yang amat apik, pernah hidup dan berkembang di wilayah ini. Mulai dari peninggalan berupa prasasti, rumah adat, balairung, pakaian, medan nan bapaneh dan sastra berupa pepatah petitih. Kesusastraan merupkan hasil budaya yang masih melekat erat dalam hati nurani masarakat minangkabau. Hasil karya sastra ini berupa, randai, saluang, dendang, nyanyian rabab dan sebagainya. Sastra yang lebih banyak mendominasi adalah sastra lisan. Sastra lisan merupakan sebuah tradisi yang turun menurun dari nenek moyang sampai ke anak cucu, walau tak semuanya memahami. 
        Setiap acara yang seremonial di Minangkabau, masih menggunakan sastra lisan sebagai pengantarnya. Misalnya, dalam acara baralek pernikahan, batagak gala, pinang meminang, dan acara lain seperti syukuran, adat kematian, batagak rumah dan sebagainya. 
        Pidato adat  salah satunya yang menjadi kebanggaan masyarakat atau niniak mamak di Minangkabau ini. Pidato adat ini, juga bermacam ragam dalam teknik penyampaiannya. Ada pula penyampaian pidato adat ini melalui bebalas pantun, ada yang memakai kata rundiangan dengan kata kiasan, ada yang menggunakan petih kata bijak, dan sebagainya. Sastra lisan ini, masih kental dalam tatanan kehidupan masyarakat Minangkabau sampai sekarang. Urang sumando dikatakan urang sumando yang dapat berguna dan dihargai, bila urang sumando memiliki kemampuan bersastra lisan seperti pidato adat ini. (red)